Selasa, 29 November 2011

Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Dunia Global

Dalam menghadapi arus perubahan yang begitu cepat, maka muncullah pertanyaan yang cukup mendasar. Seberapa kesiapan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi?. Untuk menjawab pertanyaan di atas maka perlu kita kemukakan terlebih dahulu problem pendidikan Islam dewasa ini. Setidaknya ada empat persoalan mendasar yang menjadi catatan.


Pertama, berhubungan dengan kurikulum, Seyyed Hossein Nasr telah menegaskan bahwa kekacauan yang mewarnai kurikulum pendidikan modern di kebanyakan negara Islam sekarang ini, dalam banyak hal, disebabkan oleh hilangnya visi hierarkis terhadap pengetahuan seperti yang dijumpai dalam pendidikan Islam tradisional dalam kurikulum pendidikan Islam yang kita miliki masih harus dikaji ulang dengan proses dialektika yang kokoh dan mendalam, perkembangan globalisasi telah membawa dampak yang begitu besar dan bersifat multidimensi, orientasi kurikulum hendaknya diarahkan pada sebuah proses yang lebih kontekstual yang tidak terjebak pada kerangka retorika teoritis. Keadaan yang demikian terlihat dalam kenyataan ketika pendidikan Islam masih gagap dihadapkan pada isu-isu seperti pluralisme, multikulturalisme, feminisme dan globalisasi itu sendiri. Globalisasi bukan hanya merupakan latar belakang struktural saja, tapi juga pendekatan. Kelalaian dalam merespons perubahan, kajian Islam, dan orientasinya akan membawa umat pada posisi sulit. Globalisasi dewasa ini menampilkan suatu corak hubungan antar bangsa yang tidak seimbang. Hubungan antara negara maju dengan negara-negara berkembang masih ditandai dengan polarisasi kuat lemah, hal ini pada gilirannya akan menyebabkan masuknya budaya asing kedalam budaya nasional suatu bangsa dan mengakibatkan perubahan budaya yang tidak seimbang.

Sayyed Hossein Nasr dalam bukunya Islam and the Challenge of the 21st Century menyebutkan bahwa: tantangan serius yang dihadapi muslim dari luar adalah apa yang disebut kesalahan posisi Barat pada tatanan global. Ini merupakan tipuan dan permainan yang sangat penting yang terjadi di dunia saat ini. Secara umum penjajahan telah berakhir, namun ada bentuk penjajahan baru yang selalu berbicara atas nama global. Tapi sebenarnya tidak demikian, karena hal itu tidak semua bagian di dunia ini terlibat dalam kasus itu. Perubahan dunia yang semakin cepat menuntut berbagai pemikiran yang maju untuk memposisikan pendidikan Islam sebagai benteng pertahanan sekaligus pilar utama dalam mendorong terbentuknya moralitas global. Dan jantung dari pendidikan adalah kurikulum.

Kedua, menyangkut persoalan metode, dalam qoidah fiqih disebutkan Attoriqotu Ahammu minal Maddah, masalah yang kedua ini menjadi persoalan yang sangat serius, sebab hal ini menyangkut bagaimana pesan dari esensi pendidikan tersampaikan secara tepat.

Ketiga, orientasi pendidikan Islam sebab untuk memperlaju globalisasi yang sepertinya tidak mungkin lagi terbendung oleh kekuatan manapun, perlu melahirkan sebuah konsepsi yang riel dan sistematis sekaligus menjawab pertanyaan di atas dan menjadi perangkat tanding bagi gerak laju globalisasi. Artikel Terkait di Bawah posting

2 Responnnnnnn:

wongcrewchild mengatakan...

menerapkan pendidikan Islam sejak dini mungkin lebih efektif dan mmeberikan pngaruh yg kuat..oya yg ke empatnya ditunggu gan, nice post

ardie mengatakan...

@ wongcrewhild : terima kasih sudah berkunjung, salam persahabatan

Poskan Komentar

Silakan anda berikan saran atau komentar untuk membangun blog haur gading menjadi lebih baik,, ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...