Minggu, 02 Januari 2011

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN

A. KONSEP DASAR PERAN SERTA MASYARAKAT

Peran serta masyarakat adalah koribusi, sumbangan, dan keikutsertaan masyarakat dalam menunjang upaya peningkatan mutu pendidika. Kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang dapat memberikan harapan dan kemungkinan lebih baik di masa yang akan datang, mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya sebatas pada dukungan dana, sementara dukungan lain seperti pemikiran, moral, dan barang/jasa kurang diperhatikan. Akuntabilitas sekolah terhadap masyarakat.

I. Konsep Peran Serta Masyarakat
Masyarakat diharapkan perannya dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan terutama dalam mendidik moralitas/agama, menyekolahkan anaknya, dan membiayai keperluan pendidikan anak – anaknya.
Segenap lapisan masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Tetapi, mereka juga mempunyai kewajiban untuk berkontribusi terhadap pendidikan, baik yang berupa dana maupun dana, pemikiran, tenaga atau sumbangan lainnya. Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, area pendidikan, teknis edukatif seperti proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar dan lain – lain.
Pada umumnya peran serta masyarakat adalah peran serta pasif dalam menerima keputusan sekolah. Mereka berpikir dengan membayar sumbangan/dana secara rutin, selesailah kewajiban mereka. Padahal, sekolah tidak hanya membutuhkan bantuan dana tetapi juga pemikiran, tenaga, dukungan, dan sebagainya.

II. Komponen – komponen Peran Serta Masyarakat
Yang termasuk komponen masyarakat adalah orang tua siswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha dan dunia industri, dan lembaga sosial budaya. Peran serta mereka dalam pendidikan berkaitan : 1) pengambilan keputusan, 2) pelaksanaan, dan 3) penilaian. Peran serta dalam mengembil keputusan misalnya ketika sekolah mengundang rapat bersama komite sekolah untuk membahas perkembangan sekolah, masyarakat yang dalam hal ini orang tua, anggota komite sekolah untuk membahas perkembangan sekolah, masyarakat yang dalam hal ini orang tua, anggota komite sekolah, atau wakil dari dunia bisnis dan industri secara bersama - sama memberikan sumbangan saran dan berakhir dengan pengambilan keputusan. Berdasarkan keputusan yang telah disepakati, maka keputusan tersebut tentunya akan dilaksanakan dalam menunjang pencapaian mutu pendidikan. Dengan demikian masyarakat yang mendukung program sekolah hasil kesepakatan telah berperan serta dalam pelaksanaan.

B. PERAN SERTA ORANG TUA
Peran orang tua peserta didik merupakan bagian keterampilan eksternal dari pihak sekolah. Tujuan hubungan sekolah dengan orang tua adalah saling membantu dan saling mengisi antara orang tua dan sekolah.
Orang tua merupakan salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan MBS. Peran mereka tidak hanya berupa dana, tetapi juga dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat disesuaikan dengan latar belakang sosial ekonomi dan kemampuan orang tua.

I. Peran Serta Orang tua dalam Pembelajaran
Sebagaimana dinyatakan Tim Penulis Paket Pelatihan Awal MBS untuk Sekolah dan Masyarakat (2003:2-7), para pakar sepakat bahwa ada tujuh jenis peran serta orang tua dalam pembelajaran.
1. Hanya sekedar pengguna jasa pelayanan pendidikan yang tersedia.
2. Memberikan kontribusi dana, bahan dan tenaga.
3. Menerima secara pasif apa pun yang diputuskan oleh pihak yang terkait dengan sekolah.
4. Menerima konsultasi mengenai hal – hal yang terkait dengan kepentingan sekolah.
5. Memberikan pelayanan tertentu.
6. Melaksanakan kegiatan yang telah didelegasikan atau dilimpahkan sekolah.
7. Mengambil peran dalam pengambilan keputusan pada berbagai jenjang.

C. PERAN SERTA MASYARAKAT
I. Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat
UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas. Pada Bab XV Pasal 54 dinyatakan bahwa :
1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran sertaperseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.
2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber pelaksanaan dan pengguna hasil pendidikan.
3) Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Masyarakan merupakan komponen utama terelenggaranya proses pendidikan. Masyarakat dapat memberikan sumbangsihnya kepada sekolah dengan memberikan masukan – masukan terutama dalam penyusunan program – program sekolah.
Dalam pelaksanaan MBS, banyak cara untuk memberdayakan masyarakat. Misalnya, dengan cara : 1) melibatkan orang tua dalam mengurus komite sekolah serta tokoh masyarakat untuk membahas perencanaan kegiatan program – program sekolah; 2) membangun prinsip saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat; 3) memanfaatkan tenaga – tenaga terdidik, terampil dan berkecakapan di lingkungan sekolah untuk membantu pengembangan dan pelaksanaan program sekolah; serta 4) menyertakan wakil instansi dan organisasi komite sekolah dalam kegiatan sekolah, seperti ekstrakurikuler atau acara tahunan sekolah.

II. Peran Serta Dunia Usaha dan Industri
Dunia usaha dan dunia industri memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pendidikan, baik dalam perencanaan, proses peningkatan kualitas pendidikan, maupun pemanfaatan hasil pendidikan. Sebagai contoh untuk pendidikan tinggi, peran dunia usaha dan dunia industri dalam membiayai riset – riset ilmiah sangat besar. Demikian pula untuk pendidikan dasar menengah, orang tua, masyarakat, perguruan tinggi, dan kelompok – kelompok masyarakat donatur pendidikan sangat berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai monitoring program sekolah.
Dalam MBS, dunia usaha dan dunia industri dapat dijadikan mitra sekolah sehingga demand approach dapat benar – benar dilaksanakan oleh setiap sekolah dalam hal perbaikan kualitas pendidikan. Dunia usaha dan industri merupakan salah satu stakeholders pendidikan, yang dapat menopang terjadinya pelaksanaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Nah, peran serta dunia usaha dan industri dalam MBS dapat diwujudkan dalam bentuk partisipasi penggalangan dana, pengadaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah, penciptaan relasi eksternal yang dapat memberikan ases yang lebih luas dalam membangun hubungan sekolah dengan masyarakat, serta membantu pengembangan SDM pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan teknik – teknik pengembangan mutu.

D. KOMITE SEKOLAH
I. Pengertian Tugas, serta Fungsi Pokok Komite Sekolah
Komite sekolah merupakan suatu badan atau lembaga nonpolitis dan nonprofit. Komite ini dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pendidikan pada tingkat seklah. Mereka bertanggung jawab membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Komite sekolah terdiri atas unsur : orang tua siswa, wakil tokoh masyarakat (bisa ulama/rohaniwan, budayawan, pemuka adat, pakar atau pemerhati pendidikan), wakil organisasi masyarakat, wakil dunia usaha dan industri, bahkan kalau perlu juga wakil siswa, wakil guru – guru, dan kepala sekolah.
Dewan sekolah sebagai wadah yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan pembelajaran dapat melakukan berbagai kegiatan dalam rangka implementasi menajemen berbasis sekolah di tingkat sekolah.
Peran yang dapat dilakukan oleh dewan sekolah adalah sebagai berikut :
1. Pemberi pertimbangan dan saran atau gagasan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di sekolah.
2. Pendukung seklah dalam melaksanakan berbagai kegiatan MBS, baik yang berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di sekolah.
3. Pengawasan terhadap semua kegiatan yang dilakukan sekolah, dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di sekolah.
4. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
5. Memfasilitasi bagi terciptanya kerjasama sekolah dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah, berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
6. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.
7. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada sekolah khususnya yang berkenaan dengan :
a. Kebijakan dan program pendidikan.
b. Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (PAPBS).
c. Kriteria kinerja sekolah.
d. Kriteria tenaga kependidikan.
e. Kriteria fasilitas pendidikan.
f. Hal – hal yang terkait dengan pendidikan yang bermutu di sekolah.
Tugas utama komite sekolah ialah membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah dalam kapasitasnya sebagai pemberi pertimbangan, pendukung program, pengontrol, dan bahkan mediator. Untuk memajukan pendidikan di sekolah, komite sekolah membantu sekolah dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar, manajemen sekolah, kelembagaan sekolah, sarana dan prasaran sekolah, pembiayaan pendidikan, dan mengkoordinasikan peran serta seluruh lapisan masyarakat. Kedudukannya sebagai mitra sekolah.

II. Pemberdayaan Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Pada dasarnya pemberdayaan komite seklah dalam konteks MBS adalah melalui koordinasi dan komunikasi. Koordinasi yang dilakukan kepala seklah dengan para guru dan masyarakat dapat dilakukan secara vertikal, horisontal, fungsional, dan diagonal. Koordinasi dapat juga dilakukan secara internal dan eksternal.
Pemberdayaan dapat pula dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik. Komunikasi dalam konteks tatakrama profesional dapat meningkatkan hubungan baik antara pimpinan sekolah dengan para guru, staf dan pihak sekolah dengan komite sekolah. Dalam berkomunikasi, kepala sekolah perlu : a) bersikap terbuka, b) mendorong para guru untuk mau dan mampu memecahkan masalah – masalah pembelajaran dan kependidikan,c) mendorong pengembangan potensi akademik dan profesional melalui pertemuan dengan komite sekolah maupun organisasi profesi, d) memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan untuk terus mengembangkan diri. Artikel Terkait di Bawah posting

0 Responnnnnnn:

Poskan Komentar

Silakan anda berikan saran atau komentar untuk membangun blog haur gading menjadi lebih baik,, ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...