Showing posts with label tebakan. Show all posts
Showing posts with label tebakan. Show all posts

Thursday, 2 June 2011

Tebakan ala Bos Haur Gading

Hy sahabat hading,,, sudah beberapa lama tidak sempat posting sekarang saya mau bagi tebakan lagi neh buat semua teman-teman yang suka ataupun tidak suka tebakan ha ha,, di simak ceritanya trus jawab pertanyaannya okey!!!!

Di sebuah pelosok desa terpencil tinggal sebuah keluarga. Keluarga Pa Ipong,begitu biasa para penduduk desa memanggilnya. Keluarga Pa Ipong termasuk keluarga yang berkecukupan, mungkin karena rezeki dari 7 orang anak Pa Ipong sepertikata pepatah, banyak anak banyak rezeki. Ya, Pa Ipong mempunyai 7 orang anak yaitu 4 laki-laki dan tiga perempuan. Anak keempat dari 7 bersaudara tersebut adalah Darnang.

Darnang adalah seorang anak yang rajin beribadah. Setiap adzan berkumendang dari pengeras suara mesjid tersebut, Darnang pasti berangkat ke mesjid. Walaupun jarak dari rumah Darnang dan mesjid tersebut dipisahkan 1/2km tetapi Darnang tetap rajin ke mesjid.

Mungkin karena Darnang menuntut ilmu di sebuah pasantren yang terletak 1,5 km dari perbatasan kampung. karena lumayan jauh dari mesjid yaitu sekitar 3km maka Darnang diam di pondok pasantren tersebut. Darnang sudah sekitar 4 tahun menuntut ilmu di pasantren tersebut. Oleh karena itu, ilmu tentang agama sudah banyak yang dia kuasai.

pertanyaannya:
1. Dia mempunyai Ayah dan Ibu yang sama dengan Darnang. Tapi dia bukan kaka atau adik Darnang. siapakah Dia?
2. Berapa Meter jarak antara rumah Darnang dengan perbatasan kampung?

di jawab ya teman-teman, di tunggu lo hee, siapa yang bisa nebak mendapat sebuah honda jazz, dan silakan uang nya ambil di rekening anda masing-masing haaaaaa

Rumah Pa Ipong terletak di samping sebuah mesjid tua yang ada di kampung tersebut.
Baca lanjutannya - Tebakan ala Bos Haur Gading

Sunday, 20 March 2011

Pinter Matematika?? Buktikan disini

Teman-teman Hading,,aku punya tebakan lagi nih,,, siapa yang bisa nebak maka ia akan mendapatkan sebuah ilmu matematika hihihi,, simak cerita di bawah ini trus jawab deh pertanyaannya, key..........!!!

Ada 3 orang anak patungan ingin membeli daging untuk di bikin sate. trus per'anak patungan 25 rb/anak. jadi, 25rb x 3 =75rbu. trus uang hasil patungan dari 3 anak itu di berikan ke ibunya yg 75rbu itu. singkat cerita ibunya sampai di pasar dengan membawa uang 75rbu dari 3 anaknya.
Dan ternyata daging yg dibutuhkan buat bikin sate cuma seharga 70rbu, jadi sisa uang patunganya yang di pegang ibu tinggal 5rbu lgi. lalu ibu membeli bumbu2nya habis 2rbu, berarti sisa uang patungannya yg di pegang ibu tinggal 3rbu lagi. singkatnya si ibu pulang.
Setelah sampai rumah si ibu mengembalìkan sisa uang patungan dari ketiga anaknya yg tinggal 3rbu itu. agar supaya jadi adil masing-masing anak dapat 1rbu.nah....berarti habis kan... uang hasil patungan yg di pegang ibu.& karena si ibu mengembalikan uang anaknya. sisa patungan ke 3anaknya masing-masing...1rbu,brarti masing-masing anknya patungan jadi 24rbu, karena ibunya mngembalikn sisa uang patungan ke 3 anknya masing-masing anak dpat 1rbu. jadi patunganya ''bukan 25rbu lagikan''.!!! Nah...perhatikan baek-baek''mari kita hitung ulang uang hasil patungan dari ke 3 anak tersebut : 24rb X 3ank=72rb + 2rb yg dah ibu belikn bumbu=74 ribu nah lo.... koq bsa jadi 74rb bukanya tadi di atas jumlah patungan dari ke 3 anak yg di berikn ke ibunya 75rb knapa jdi 74rb, trus yg sribu lgi kmana & buat apa...??! ayo yang ngaku matematika bisa jawab ga?? di tunggu jawabannya di coment ya gan.... ^^
Baca lanjutannya - Pinter Matematika?? Buktikan disini

Thursday, 17 March 2011

ngaku pintar?? coba jawab ^^

Teman2 sahabat hading... karena ne waktu aku ge sibuk2nya ngurusin proposal buat skripsi jadinya ga sempat bikin postingan,, supaya blog hading tambah asik neh aku kasih tebak2an,, jawab di comen ya gan.. ^^

Dua puluh dua jumlah meja, masing-masing meja memiliki dua kursi, tersusun secara adil menjadi empat lajur, dan kami selalu duduk di tempat yang sama. Pandangan kami terpusat pada satu sosok manusia pintar yang berdiri sejak satu jam yang lalu di depan kami. Sambil sesekali beliau menuliskan beberapa ayat di papan tulis untuk memperkuat materi pelajarannya. Namanya Abdul Ghofar. Kami memanggilnya Pak Gofar. Salah satu guru Agama di SMP kami.
“Maaf, Pak”, Siswi yang duduk tepat di depanku mengangkat tangan sesaat setelah Pak Ghofar memberi kesempatan bertanya,
“Bolehkah seorang muslimah dalam akad pernikahannya meminta kesyahidan sang suami sebagai maharnya?”
Mendengar kalimat tanya itu, tak hanya aku dan teman-teman sekelas, pak Ghofar pun mengerutkan kening. Aku yakin dalam pikiran pak Ghofar pertanyaan ini terlampau pelik untuk ditanyakan oleh siswi SMP. Apalagi baru kelas satu seperti kami.
Sejenak Pak Ghofar nampak berfikir. Tak lama, sesungging senyum pun hadir dari wajahnya.
“Maksudmu, Nak?”
Gadis itu menjawab dengan lembut, tetapi Pak Ghofar bisa mendengar jawaban itu dengan jelas, karena gadis itu duduk tepat di depan meja guru.
“Iya Pak, apakah salah jika kelak saat menikah, saya meminta mahar kesyahidan sang suami?.”
Kami seisi kelas menatap gadis itu serius. Seorang gadis yang baru beranjak remaja telah mengagetkan kami dengan pertanyaan yang menurutku terlalu berat bagi siswa seusia kami. Tak ada yang kupikir saat itu, kecuali bertanya pada diriku sendiri, darimana gadis imut itu bisa mendapat kalimat tanya itu.
“Apakah salah jika saya mensyaratkan gugurnya sang suami di medan jihad sebagai mahar?.”
Gadis kecil itu terus menjabarkan pertanyaannya seolah benar-benar berharap sang guru memahami detail maksud pertanyaannya, dan kami makin tercenung.
Hening. Aku pun sibuk dengan pertanyaan yang melompat-lompat dalam pikiranku sendiri. Pertanyaan yang mengandung banyak curiga. Apakah alasan gadis kecil itu mempertanyakan masalah ini?. Apakah ia hanya tergoda dalam keingintahuan, atau jangan-jangan ia serius bercita-cita seperti isi pertanyaannya?.
Tanpa membaca ulang cerita di atas, coba tebak :
1. Aku duduk di barisan nomor berapa dari belakang?
2. Jika gadis kecil itu ingin menikah pada usia dua puluh lima tahun dengan mahar kesyahidan suaminya, maka pada usia berapa ia akan menjadi janda?

di tunggu jawabannya gan,,  xixixixi
Baca lanjutannya - ngaku pintar?? coba jawab ^^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...