A. Karakteristik anak Tunanetra
Anak tunanetra adalah anak – anak yang mengalami kelainan atau gangguan penglihatan.
Ciri fisik pada tunanetra memang secara nyata berbeda dengan orang yang normal penglihatannya dan demikian rupa sehingga mengganggu belajarnya secara optimal. Serta membutuhkan layanan pendidikan khusus dalam belajarnya di sekolah.
Beberapa karakteristik anak tunanetra:
1. Segi Fisik
Secara fisik anak tunanetra nampak sekali adanya kelainan pada organ penglihatan/mata yang secara nyata dapat dibedakan dengan anak normal pada umumnya hal ini dapat dilihat dalam aktifitas mobilitas dan respon motoriknya.
2. Segi Motorik
Dengan hilangnya pengalaman visual menyebabkan tunanetra kurang mampu melakukan orientasi lingkunggan.
3. Perilaku
Anak tunanetra sering menunjukkan perilaku stereotip, sehingga menunjukkan perilaku yang tak semestinya, rendah diri di dalam diri tunanetra karena kecacatannya, perasaan mudah tersinggung, serta ketergantungan kepada orang lain
4. akademis
keadaan ketunanetraan berpengaruh pada perkembangan keterampilan akademis, khususnya dalam bidang membaca dan menulis. Tetapi dari segi intelektual tunanetra yang berkaitan dengan kemampuan mengingat. Kemampuan mengungat seorang tunanetra cenderung lebih baik daripada kemampuan berfikir konsepsualnya.
5. Pribadi dan Sosial
Tunanetra mempunyai keterbatasan dalam belajar melalui pengamatan dan menirukan. Maka anak tunanetra sering mempunyai kesulitan dalam melakukan perilaku sosial yang benar
B. Karakteristik anak tunarungu
Istilah tunarungu ditujukan pada individu atau anak yang yang mengalami kehilangan atau ketidakfungsian organ pendengaran (telinga). Orang yang kehilangan kemampuan mendengar sama sekali disebut tuli, sedangkan kemampuan mendengar sebagian disebut kurang mendengar.
karakteristik anak tunarungu diantaranya adalah :
1. Segi Fisik
- Cara berjalannya kaku dan agak membungkuk
- Pernafasannya pendek dan tidak teratur
- Cara melihatnya agak beringas
2. Segi Bahasa
Anak tunarungu mengalami kesulitan memahami kalimat bersusun atau kompleks, meskipun mereka sudah dibantu dengan bahasa isyarat serta miskin akan kosa kata, sulit mengertikan kata – kata yang mengandung ungkapan, atau idiomatic dan tata bahasanya kurang teratur.
3. Segi Intelektual
Kemampuan intelektualnya normal tetapi akibat keterbatasan dalam berkomunikasi dan berbahasa sehingga perkembangan intelektualnya menjadi lamban. Perkembangan akademiknya lamban akibat keterbatasan bahasa
4. Sosial dan pribadi
Sering merasa curiga dan syak wasangka dan bersifat agresif
C. Karekteristik Anak Tunadaksa
Anak tunadaksa adalah anak yang memiliki kelainan fungsi fisik atau cacat tubuh yang mencakup kelainan tubuh dan kelainan gerak dan kelumpuhan yang disebabkan karena kelainan yang ada di pusat syaraf atau otak
Karekteristik anak tunadaksa diantaranya:
1. Gangguan Motorik
Gangguan motoriknya berupa kakakuan, kelumpuhan, gerakan – gerakan yang tidak dapat dikendalikan, gerakan ritmis dan gangguan keseimbangan. Ganngguan motorik ini meliputi motorik halus dan motorik halus
2. Gangguan Sensorik
Pusat sensoris pada manusia terletak pada otak, mengingat anak celebral palsi adalah anak yang mengalami kelainan pada otak, maka sering anak celebral palsy disertai gangguan sensorik.
3. Gangguan tingkat kecerdasan
Walaupun anak celebral palsy disebabkan karena kelainan otaknyatetapi keadaan kecerdasan anak celebral palsy bervariasi sekitar 45% mengalami keterbelakangan mental dan 35% lagi mempunyai tingkat kecerdasan normal dan diatas rata – rata. Sedangkan sisanya di bawah rata – rata
4. Kemampuan berbicara
Anak celebral palsy mengalami gangguan wicara yang disebabkan oleh kelainan motorik otot – otot wicara terutama pada organ artikulasi seperti lidah , bibir dan rahang bawah. Dan adapula terjadi karena kurang dan tidak terjadi proses interaksi dengan lingkungan.,
5. Emosi dan penyesuaian Sosial
Respon dan sikap masyarakat terhadap kelainan pada anak celebral palsy, mempengaruhi pembentukan pribadi anak secara umum emosi anak sangat bervariasi tergantung rangsang yang diterimanya. Secara umum tidak terlalu berbeda dengan anak normal kecuali beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dapat menimbulkan emosi yang tak terkendali Artikel Terkait di Bawah posting
pendidikan SD
- EFEKTIFKAH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DITERAPKAN DI SEKOLAH DASAR?
- Kelebihan dan Kekurangan Mesin Absensi Sidik Jari (Fingerprint)
- Pendidikan IPS di Sekolah Dasar
- Model Pembelajaran Make A Match
- Model Pembelajaran Talking Stick
- PENDEKATAN KONSTEKTUAL
- MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
- Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
- Macam-Macam Pendekatan dalam Pembelajaran
- STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
- Karya Sastra dan Dunia Anak-anak
- SUMBER-SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
- Peran Seorang Guru
- Kewibawaan Guru untuk Kedisiplinan Siswa
- Karakteristik anak usia SD
- tarian adat banjar anak SD
- contoh rpp dengan model example non example
- Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD
- TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
- PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK
- Evaluasi Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan
- MODEL PEMBELAJARAN INSIDE – OUTSIDE – CIRCLE (LINGKARAN BESAR – LINGKARAN KECIL)
- PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
pendidikan
- EFEKTIFKAH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DITERAPKAN DI SEKOLAH DASAR?
- "Program Sertifikasi Guru" Perlu atau Tidak?
- ALASAN BENCANA MENURUT ISLAM
- Bentuk-Bentuk Interaksi
- Pendidikan IPS di Sekolah Dasar
- Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Dunia Global
- PENDEKATAN KONSTEKTUAL
- MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
- Macam-Macam Pendekatan dalam Pembelajaran
- STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
- Karya Sastra dan Dunia Anak-anak
- SUMBER-SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
- Peran Seorang Guru
- Pengertian Fantasi
- Kewibawaan Guru untuk Kedisiplinan Siswa
- Mengupas Film '3 Idiot' Tentang Sistem Pendidikan
- Bagaimana peran Komunikasi sebagai Penafsir Pesan
- beberapa pengertian tari, seni tari, sendra tari dan drama tari
- Teknik pembelajaran Numbered Heads Together
- Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
- apa itu proses pembelajaran dan apa2 saja yang menyangkut perencanaan pembeljaran
- KETERAMPILAN MENJELASKAN
- KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI
- KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI
- Model Pembelajaran Number head together (NHT)
0 Responnnnnnn :
Post a Comment
Silakan anda berikan saran atau komentar untuk membangun blog haur gading menjadi lebih baik,, ^^