Saturday, 6 November 2010

Evaluasi Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan

Evaluasi Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan

1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi disebut juga penilain yang merupakan alat atau kegiatan untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian tujuan. Dalam pembelajaran bahasa, evaluasi dapat dilakukan melalui dua macam cara, yakni dengan tes dan non tes. Teknis tes dapat digunakan untuk mendapatkan informasi atau data tentang siswa yang dinilai. Dalam hal ini guru harus dapat menentukan kapan menggunakan tes dan kapan menggunakan nontes (Nurgiantoro, 1988: S1)
Teknik tes biasa digunakan untuk menjaring data tentang kemampuan kognitif siswa, sedangkan teknis nontes digunakan untuk menjaring data tentang kemampuan psikomorik, afektif dan lain-lain yang tidak langsung berkaitan dengan kemampuan kognitif. Informasi yang diperoleh melalui teknik tes bersifat kuantatif, sedangkan yang diperoleh melalui nontes bersifat kualitatif. Teknis nontes : pengamatan, wawancara, daftar cek, diskusi, pemberian tugas.
Dalam kegitan belajar mengajar, apabila guru hendak mengadakan evaluasi, misalnya saja mengevaluasi kemampuan siswa membaca kalimat sederhana, ia memerlukan data tentang kemampuan membaca itu. Untuk memperoleh data tersebut, ia perlu mengadakan alat ukur, misalnya dengan memberi tugas membaca kalimat-kalimat sederhana. Dari hasil pemberian tugas itu, guru memperoleh data tentang kemampuan membaca siswa. Setelah itu diperoleh, guru dapat memberikan evaluasi tentang tingkat kemampuan siswa dalam hal membaca kalimat.

2. Evaluasi Dalam Pembelajaran Membaca Di Kelas I Dan Kelas II
a. Evaluasi dalam pembelajaran membaca di kelas I
Pembelajaran membaca di kelas I SD merupakan pembelajaran membaca permulaan. Tujuan pembelajaran pada tahap membaca permulaan di kelas I ditekankan pada kemampuan membaca pada teknik yang terbatas pada kewajaran lafal dan intonasi. Hal itu dapat dilihat dalam GBPP bahasa Indonesia, Kurikulum SD 1994. Dalam GBPP tersebut tercantum tujuan pembelajaran di kelas I. sebagai berikut:
- Siswa mampu membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang wajar.
Dari tujuan pembelajaran di atas dapat dilihat bahwa tekanan tujuannya terletak pada aspek teknis membaca. Sehingga alat evaluasi yang digunakan haruslah dapat mengukur kemampuan-kemampuan itu. Yang sering menimbulkan masalah ialah tidak ada pedoman yang jelas mengenai bagaimana lafal serta intonasi yang tepat. Oleh karena itu yang dipakai sebagai pedoman ialah kewajaran : wajar, tidak dibuat dan tidak terlalu menunjukkan ciri khas kedaerahan. Melalui pembelajaran membaca, siswa diharapkan mampu menyuarakan tulisan dengan lafal dan intonasi yang wajar.
Evaluasi seperti yang diuraikan di atas merupakan evaluasi terhadap kemampuan yang bbersifat mekanik. Mengingat tujuan pembelajaran kemampuan berbahasa (termasuk didalamnya kemampuan membaca) ialah agar siswa mampu memahami dan menggunakan bahasa secara praktis maka pengukurannya tidak cukup hanya didasarkan pada kemampuan mekanik saja tetapi haruslah dilihat dari keseluruhan kemampuan membaca secara utuh misalnya pemahaman akan isi atau makna kalimat.
Butir - butir yang perlu diperhatikan dalam evaluasi pembelajaran membaca dikelas I SD mencakup :
1. Ketetapan menyuarakan tulisan
2. Kewajaran lafal
3. Kewajaran intonasi
4. Kelancaran
5. kejelasan suara
6. pemahaman isi atau makna bacaan

Untuk dapat menjaring data tentang butir pertama sampai butir kelima siswa diberi tugas membaca nyaring ( bersuara ), sedangkan data butir keenam dapat dijaring melalui pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan. Untuk pelaksanaan evaluasi tersebut, guru dapat menyiapkan dan menyajikan bahan bacaan berupa kalimat – kalimat sederhana.

b. Evaluasi dalam pembelajaran mambaca di kelas II SD
Tujuan pembelajaran membaca di kelas II SD lebih luas daripada tujuan yang harus dicapai dikelas I. Menurut GBPP (1994), tujuan tersebut mencakup tiga kemampuan :
1. Siswa mampu memahami cerita yang dibaca dan dapat mengajukan atau menjawab pertanyaan, serta dapat menceritakan kembali.
2. Siswa mampu membaca puisi yang sesuai dengan anak

Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang pertama, guru dapat menggunakan pengukuran seperti evaluasi membaca kalimat – kalimat sederhana. Sedangkan tujuan kedua, dievaluasi dengan cara memberikan bacaan berupa cerita sederhana yang sesuai dengan anak. Evaluasi dapat dilakukan melalui :
1. Pertanyaan dari guru tentang isi bacaan
2. Tugas menceritakan kembali bacaan yang dibaca yang di telah dibaca dengan lisan.
3. Memberikan tugas membuat pertanyaan berdasarkan bacaan

Tujuan ketiga dapat diketahui keberhasilannya melaui tugas membaca sederhana yang disediakan guru dengan bersuara. Adapun butir – butir yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi ini mencakup :
1. Pelapalan
2. Sesuai dengan intonasi dengan isi yang terkandung dalam puisi
3. Kelancaran
4. Kecelasan suara Artikel Terkait di Bawah posting
pendidikan SD
pendidikan

0 Responnnnnnn :

Post a Comment

Silakan anda berikan saran atau komentar untuk membangun blog haur gading menjadi lebih baik,, ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...