Thursday, 4 November 2010

MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW (Model Tim Ahli)

MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW (Model Tim Ahli)
(ARONSTON, BIANEY, STEPHEN, SIKES AND SNAPP, 1978)


Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson Et Al,sebagai metode (cooperative learning, teknik ini bisa di gunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan ataupun berbicara. Dalm teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengatifkan skemata ini agar pelajaran menjadi lebih bermakana. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Langkah - langkah :
1. Siswa dikelompokkan ke dalam ± 4 anggota tim.
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.
3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian / sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok-ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka.
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
6. Tiap tim ahli mempersentasikan hasil diskusi
7. Guru memberi evaluasi
8. Penutup

Materi - materi yang cocok dengan model pembelajaran :
1. IPA Kelas 6
Perubahan Pada Benda
a. Faktor penyebab perubahan benda
1. Pelapukan
2. Perkaratan
3. Pembusukan
b. Faktor penentu dalam memilih benda atau bahan
1. Sifat benda atau bahan
2. Kegunaan benda atau bahan

Alasan :
Model pembelajaran Jigsaw adalah model pembelajaranyang membagi siswa kedalam 4 tim, yang masing-masing anggota tim memiliki tugas yang berbeda. Menurut kelompok kami, materi ini sangat cocok untuk model pembelajaran JIGSAW, karena materinya cukup banyak sehingga dapat dibagi ke dalam beberapa segmen / bagian dimana beberapa bagian tersebut dapat dibagikan ke dalam kelompok sebagai bahan / tugas mereka. Misalnya materi tentang pelapukan untuk kelompok A,B,C,D yang mempunyai nomor urut 1, perkaratan untuk kelompok A,B,C,D yang mempunyai nomor urut 2, pembusukkan untuk kelompok A,B,C,D yang mempunyai nomor urut 3, sifat benda atau bahan untuk kelompok A,B,C,D yang mempunyai nomor urut 4, dst. Materi yang kami pilih disini juga masih terkait dalam satu bab / pokok bahasan sehingga nantinya pengetahuan / informasi yang mereka dapat dari kelompok baru dan yang akan mereka sampaikan kepada kelompok asal saling terkait dan berhubungan yang memudahkan siswa memahami dengan saling melengkapi pengetahuan yang mereka peroleh.

2. IPA Kelas 5 Bab I
Alat Pernapasan
a. Alat Pernapasan Manusia
1. Hidung
2. Batang tenggorokan
3. Paru-paru
4. Model sistem pernapasan
5. Memelihara kesehatan alat pernapasan
b. Alat Pernapasan Hewan
1. Alat pernapasan mamalia
2. Alat pernapasan ikan
3. Alat pernapasan burung
4. Alat pernapasan Reptil
5. Alat pernapasan Ampibi
6. Alat pernapasan Serangga
7. Alat pernapasan cacing

3. IPA Kelas 5 Bab II
Alat Pencernaan dan Kesehatan
a. Alat Pencernaan Makanan
b. Kesehatan Alat Pencrnaan
c. Makanan

Alasan : (IPA Kelas 5 Bab I dan IPA Kelas 5 Bab II)
Model pembelajaran Jigsaw dengan kreativitas guru menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Model pembelajaran ini menggunakan cakupan materi yang cukup banyak dalam pembelajaran, sehingga memberi kesempatan siswa untuk mempelajari dan memahami pengetahuan dalam wktu yang lebih singkat. Menurut kelompok kami materi ini juga sangat cocok untuk model pembelajaran Jigsaw karena materinya memiliki banyak bagian-bagian yaitu organ-organ pernapasan dan organ-organ pencernaan juga pernapasan pada hewan yang masing-masing hewan berbeda, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan, terutama untuk kelompok yang jumlah anggotanya banyak, pada materi proses pernapasan dan pencernaan terjadi secara urut, sehingga guru dapat membagikan tugas kepada masing-masing kelompok yang ditugaskakn dengan mempelajari dan mendiskusikan bagian organ yang menjadi bahan diskusi mereka, dengan demikian ketika mereka berkumpul ke kelompok asal maka pengetahuan yang mereka dapat masing-masing kelompok akan sistematis atau terurut misalnya pada sistem pernapasan kelompok A1,B1,C1,D1 mempelajari tentang organ hidung, A2,B2,C2,D2 mempelajari tentang tenggorork A3,B3,C3,D3 mempelajari paru-paru, A4,B4,C4,D4 mempelajari tentang model sistem pernapasan, ketika mereka kembali ke kelompok asal maka pengetahuan yang mereka dapat ketika mereka berkumpul kembali akan menjadi sistematis / berurutan. Artikel Terkait di Bawah posting
model pembelajaran
pendidikan

0 Responnnnnnn :

Post a Comment

Silakan anda berikan saran atau komentar untuk membangun blog haur gading menjadi lebih baik,, ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...